Biografi Guru

 

NAMA : Ernawati,S.Pd,M.Mpub

NIP : 197609172006042029

GURU MAPEL : IPA

KLS : VIII A.B dan C

MATERI KE. 2

Hukum Newton

Hukum newton menggambarkan sebuah hubungan gaya yang bergerak akibat sebuah sebab. Hal tersebut menjadi salah satu pondasi dalam mekanika.

Dalam hukum fisika, terdapat 3 jenis newton yang memiliki rumus serta konsep yang berbeda. Hukum ini ditemukan oleh ahli fisika bersama Potret Sir Isaac Newton.

Supaya bisa lebih paham mendalam mengenai hukum ini, silahkan simak ulasannya dibawa ini :

Bunyi Hukum Newton 1

“Jika gaya yang didefinisikan pada sebuah benda sebagai angka nol, maka artinya benda dalam keadaan diam. Bernda akan perlahan bergerak lurus secara beraturan dengan kecepatan yang stabil.”

Pengertian Hukum Newton 1

Benda yang awalnya dalam keadaan diam akan tetap bertahan untuk diam dan yang bergerak akan tetap berusaha stabil bergerak. Disimpulkan bahwa benda harus mempertahankan posisi awalnya.

Definisi tersebut membuat hukum ini juga disebut dengan hukum Inersia. Contoh penerapan hukum ini di kehidupan sehari-hari adalah ketika Anda mengendarai motor.

Saat motor harus berhenti secara mendadak maka rem akan ditekan. Secara otomatis tubuh akan bergerak ke arah depan akibat gaya yang terjadi. Hal ini disebut juga dengan kecenderungan melaju.

Selain itu massa sebuah benda juga akan dipengaruhi oleh kelembabannya. Semakin besar massa benda, maka akan semakin tinggi juga kelembabannya.

Secara tidak langsung hal ini juga akan mempengaruhi kecepatan saat benda harus mempertahankan posisinya.

Rumus Hukum Newton 1

Hubungan antara gaya dengan kemampuan bertahan benda akan menghasilkan rumus perhitungan seperti di bawah ini.

 ∑F = 0

Atau,

Resultan gaya (Kg m/s2)

Hukum Newton 2

Hukum yang kedua tentu akan memiliki konsep yang berbeda. Untuk memahaminya dengan lebih terperinci, mari simak informasi mengenai bunyi, pengertian hingga contoh soalnya.

Bunyi Hukum Newton 2

“Kecepatan yang dihasilkan sebuah benda akan berbanding terbalik dengan massa benda dan berbanding luruh dengan gaya totalnya. Arah percepatan dan gaya keseluruhan akan memiliki nilai yang sama.”

Pengertian Hukum Newton 2

Berdasarkan bunyi hukumnya, dapat disimpulkan bahwa gaya benda akan bertambah jika diberikan gaya dorong yang searah dengan laju benda.

Namun jika diberikan gaya yang berlawanan, maka akan memperlambat laju benda tersebut. Hal tersebut terjadi karena terjadi perubahan kecepatan pada benda saat mendapatkan gaya.

Arah benda akan dipengaruhi oleh nilai perubahan yang dihasilkan. Contohnya ketika Anda menggelindingkan bola pada permukaan yang datar.

Misalnya arah semula bola digelindingkan adalah dari sebelah kanan ke kiri kemudian diberikan gaya yang searah maka bola akan melaju dengan lebih cepat.

Rumus Hukum Newton 2

Gaya yang timbul dari hubungan massa benda dan percepatan akan berbading lurus dengan gaya yang akan timbul sehingga rumusnya sebagai berikut.

F = m a

Ketentuan:

a = percepatan (m/s2)

m = massa benda (Kg)

F = gaya (N)

Contoh Soal Hukum Newton 2

  1. Terdapat bola besi dengan massa 100 Kg yang digelindingkan pada permukan. Kecepatan gaya yang dimiliki benda tersebut adalah 9.8 m/s2. Hitunglah besar gaya benda.

Diketahui:

m = 100 kg

a = 9,8 m/s2

Ditanya: F = … ?

Jawab:

F = m a

= 100 kg x 9,8 m/s2

= 980 kg m/s2

= 980 N

Jadi, gaya yang diperlukan adalah 980 N.

Hukum Newton 3

Bunyi Hukum Newton 3

“Ketika sebuah aksi muncul, maka akan reaksi yang terjadi. Ketika benda memberikan gaya pada sebuah benda lainnya, maka nilai gaya yang akan diterima dan dikeluarkan memiliki jumlah yang sama tetapi dengan arah yang berbeda.”

Pengertian Hukum Newton 3

Hukum ini menekankan bahwa ketika setiap ada sebab maka akan menimbulkan akibat. Gaya yang dikeluarkan oleh sebab akan sama besarnya dengan gaya yang dihasilkan (akibat).

Dapat diartikan bahwa semua gaya yang muncul akan selalu berpasangan dan tidak mungkin muncul sendirian. Meskipun arah yang dihasilkan berlawanan, namun besar gaya akan sama.

Contohnya adalah ketika Anda bekerja dan memberikan gaya aksi, maka akan menghasilkan sebuah reaksi. Namun reaksi yang terjadi nantinya akan berlawanan arah.

Percobaan sederhananya ketika Anda memukul paku dengan menggunakan palu. Ketika palu menyentuh paku maka akan kembali memantul.

Contoh Penerapan Hukum Newton 3

Jika pengertian hukum membuat Anda bingung, lebih baik simaklah contoh penerapannya di bawah ini. Penerapan hukum di kehidupan sehari-hari akan memudahkan Anda untuk memahaminya.

  • Cobalah untuk menekan hidung Anda, seketika kan terasa rasa sakit pada bagian tangan. Semakin keras tekanan yang diberikan maka akan semakin besar juga rasa sakit yang dirasakan.
  • Ketika berjalan maka telapak kaki akan mendorong tanah ke bagian belakang (aksi). Sedangkan reasinya adalah tanah yang akan mendorong telapak kaki ke depan sehingga membuat kaki bisa berjalan.
  • Ketika Anda memukul meja, nantinya meja akan memberikan gaya ke tangan dengan jumlah yang sama namun arahnya akan berlawanan dengan gaya yang diberikan.
  • Saat mendayung perahu, maka dayung akan digerakkan ke belakang untuk mendorong air. Reaksi yang timbul adalah ketika air memberikan gaya pada dayung sehingga membuat perahu bergerak ke depan.

Rumus Hukum Newton 3

Rumusnya bisa didefinisikan dengan sederhana seperti di bawah ini.

FA  =  –  FB        Atau      F_aksi  = – F_reaksi

Dari rumus diatas bisa disimpulkan bahwa gaya benda A bekerja pada sebuah benda B sama dengan negatif gaya benda B yang bekerja pada benda A.

Contoh Soal Hukum Newton 3

  1. Rudi memiliki berat badan 40 kg. Rudi berusaha mendorong tembok yang memiliki gaya sebesar 200 N. Berapa gaya reaksi yang dikeluarkan tembok untuk mempertahankan posisinya?

Jawaban :

F(aksi)      =     -F(reaksi)

200            =     -F(reaksi)

F(reaksi) =      -200N

Dengan adanya penjelasan tentang jenis-jenis hukum Newton, Anda bisa membedakan setiap konsepnya dengan lebih mendetail. Materi ini harus dipelajari saat Anda mendalami ilmu fisika.

A. Kerjakan Tugas di Bawah ini !

1. Benda bermassa 1 kg bergerak dengan percepatan konstan 5 m/s2. Berapa besar resultan gaya yang menggerakan benda tersebut ?

2. Massa balok = 1 kg, F = 2 Newton. Besar dan arah percepatan balok adalah…

3. F1 = 10 Newton, F= 1 Newton, m1 = 1 kg, m2 = 2 kg. Besar dan arah percepatan balok adalah…

Contoh-soal-hukum-2-Newton-10

BAB 1 POLA BILANGAN

facebooktwitterBiografi Guru   NAMA : MARNI, S.Pd NIP : - GURU MAPEL : MATEMATIKA KELAS : 8 BCDE      BAB 1 POLA BILANGANKegiatan 1.1 Menentukan Persamaan Dari Suatu Barisan Bilangan Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang memiliki pola atau...

BAB II. PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

facebooktwitterBiografi Guru   NAMA : HALIJA NIP : - GURU MAPEL : BILMU PENGETAHUAN SOSIAL C. Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial  Konflik dalam Kehidupan Sosial a. Pengertian konflik menurut ahli: Menurut Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan...

BABII PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

facebooktwitterBiografi Guru   NAMA : HALIJA NIP : - GURU MAPEL : IPS 5. Peran dan Fungsi Keragaman Budaya Indonesia memiliki lebih dari 100 tarian daerah yang tersebar di seluruh Nusantara. Kekayaan tersebut menggambarkan keberagaman budaya Indonesia.  Tarian...

BAB II. PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

facebooktwitterBiografi Guru   NAMA : HALIJA NIP : - GURU MAPEL : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL  3. Perbedaan Suku Bangsa Bangsa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah...

BAB II. PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN

facebooktwitterBiografi Guru   NAMA : HALIJA NIP : - GURU MAPEL : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 2. PERBEDAAN BUDAYA Kalian hampir setiap hari mendengar istilah budaya atau kebudayaan. Apakah yang dimaksud dengan budaya dan kebudayaan? Koentjaraningrat (1996)...